Rush, 30 Tahun dalam Rock

August 18, 2006

TAHUN 2004 ini legenda rock, Rush, merayakan 30 tahun karier gemilang. Mereka menjual jutaan keping album, mengisi penuh arena pertunjukan, dan menciptakan lagu-lagu yang patut disebut sebagai rock klasik. Sehubungan dengan itu, Rush melancarkan tur 30 tahun usia mereka dengan tur dunia yang laku keras dan juga merilis album ke-18 berjudul Feedback, Juli lalu.

KETIKA dibentuk di Sarnia, Negara Bagian Ontario (Kanada), tahun 1969, gitaris Alex Lifeson (nama asli Alexander Zivojinovich) dan basis/vokalis Geddy Lee (nama asli Gary Lee Weinrib) yang baru berumur 15 tahun menamakan band mereka dengan The Rush. Dengan pemain drum John Rutsey, Rush mengawali karier sebagai band pendukung yang membawakan lagu-lagu idola mereka seperti Led Zeppelin, Iron Butterfly, dan Cream. Tak lama kemudian, Rush hijrah ke Toronto dan mulai meniti karier sebagai house band di beberapa klub terkemuka kota itu.

Terobosan pertama terjadi ketika manajer Rush, Ray Danniel, yang baru berusia 16 tahun, mendanai rekaman pertama band ini tahun 1973. Berhubung tidak ada perusahaan yang mau membeli rekaman mereka, Danniel memutuskan mendirikan label sendiri, Moon Records, bermitra dengan Vic Wilson.

(more…)

Tentang Sembilan Album Zeppelin

Rasanya tidak ada yang tidak tahu dengan Led Zeppelin, khususnya remaja awal 1970-an, karena begitu dahsyatnya gempuran empat anak muda Inggris ini. Setelah tampil pertama kali di Amerika Serikat, Desember 1968, grup rock lainnya menolak tampil satu panggung saking tidak pede.

Jenis musik yang mereka sajikan hanya perpaduan rock dan blues yang saat itu sudah diusung oleh musisi senior macam Chuck Berry, Muddy Waters, sampai Elvis Presley. Namun, komposisi sound instrument musik mereka yang diilhami dan sekaligus ditukangi James Patrick Page (Jimmy Page)-lah yang membuat grup ini memukau kawula muda kala itu dan melekat di hati penikmat musik rock hingga saat ini.

(more…)

Tentang Lagu-lagu Epik Terbaik

Tim wartawan majalah musik Inggris, Mojo, dalam edisi bulan April 2004 memuat 50 lagu rock epik (maha gegap gempita) terbaik sepanjang masa. Tidak berlebihan jika urutan lima teratas diduduki Bohemian Rhapsody (Queen), diikuti Stairway To Heaven (Led Zeppelin), Sympathy For The Devil (Rolling Stones), Shine On You Crazy Diamond (Pink Floyd), dan The End (The Doors).

Jelaslah bahwa rock klasik tahun 1970-an masih mendominasi. Dan Rhapsody layak dianggap sebagai yang terbaik karena nomor yang berdurasi lima menit dan 59 detik ini digarap dengan sengaja untuk menjadi lagu "rock opera" yang megah dan dramatis.

Di pembuka lagu, Freddie Mercury bertanya, "Is this the real life/is this just fantasy?"Ia lalu mengaku ("Mama, just killed a man"), diikuti oleh sebuah parade karakter dan frase-frase sejarah yang bernama aneh (Scaramouche, Galileo, Beelzebub, Figaro, Mama Mia, dan Magnifico).

(more…)

Gitaris Terbaik

August 11, 2006

Nomor Satu, Dua, dan Tiga

ANDA masih ingat daftar 100 gitaris terbaik sepanjang masa versi majalah Rolling Stone tahun 2003? Banyak yang mengkritik daftar itu subyektif karena menempatkan terlalu banyak gitaris Amerika Serikat, sekaligus tak memberikan tempat yang layak bagi gitaris-gitaris Inggris.

TIDAK mengherankan, majalah musik utama Inggris, Mojo, "membalas dendam" dengan menerbitkan daftar 50 gitaris terbaik di negeri asal The Beatles itu. Jika versi Rolling Stone menempatkan Jimi Hendrix di tempat teratas, maka Mojo edisi Agustus 2004 memilih Jimmy Page (eks Led Zeppelin) sebagai yang terbaik.

(more…)

Menelanjangi Album Lama

August 10, 2006

ALBUM Let It Be (1970) versi orisinal tadinya bertujuan untuk memperlihatkan The Beatles kembali ke akar rock’n’ roll. Namun, akhirnya justru menjadi penutup kisah perjalanan band asal Liverpool tersebut. Belum lama ini, album itu "ditelanjangi" dengan judul baru, Let It Be… Naked.

INI merupakan album fase baru The Beatles," demikian ditulis pada sampul album Let It Be versi 1970. "Banyak yang sinis dengan mengejek bahwa fase baru itu memperlihatkan album itu ’berdandan terlalu norak’ atau ’makanan yang kurang matang’," tulis wartawan Jim Irvin dalam majalah musik Mojo edisi Desember 2003.

(more…)

Harta Karun Baru

HARI Jumat tanggal 10 Januari 1969, George Harrison sudah muak dan mengumumkan dia keluar meninggalkan The Beatles. Saat makan siang di Twickenham Film Studio di London setelah sepanjang pagi mereka berlatih keras memoles nomor Two Of Us dan Get Back untuk pembuatan film Let It Be (1970), Harrison tidak tahan lagi. "Saya keluar!" sergah Harrison. "Kapan?" balas John Lennon, vokalis dan gitaris The Beatles. "Sekarang!" jawab Harrison. Setelah Harrison pergi, The Beatles dihadapkan pada kenyataan tidak memiliki gitaris lagi.

"Menurut saya, kalau George tidak kembali ke sini hari Senin atau Selasa, kami harus mengajak Eric Clapton sebagai pengganti. Masalahnya, setelah George keluar, apakah The Beatles jalan terus? Menurut saya, iya. Kami tinggal cari orang lain dan jalan terus," kata Lennon kepada Lindsay-Hogg.

(more…)

“Sgt. Pepper’s” Album Terbaik Sepanjang Masa

Sgt. Pepper’s Lonely Hearts Club Band adalah album rock’n’roll terpenting yang pernah dibuat, yang merupakan petualangan tak terbatas baik dalam konsep, suara, penulisan lagu, sampul depan, maupun teknologi rekaman. Album yang terdiri dari 13 nomor ini menjadi puncak karya The Beatles setelah menjalani karier selama delapan tahun.

LENNON, Paul McCartney, George Harrison, dan Ringo Starr bersatu padu dan berani melakukan apa pun untuk menciptakan karya yang magis dan transcend ini. Ada suara orkestra, ada brass section, dan ada permainan gitar serta piano yang belum pernah terdengar sebelumnya.

Dirilis di Inggris tanggal 1 Juni 1967, Sgt. Pepper’s juga menjadi deklarasi mahapenting bagi perubahan musik rock. Bagi The Beatles sendiri, album ini menjadi ucapan selamat tinggal kepada "Beatlemania", tur dunia, dan lagu-lagu cinta.

(more…)

Get free blog up and running in minutes with Blogsome | Theme designs available here